Bandar Poker Terpercaya - Kenangan Terindah di Malam Pertama Gue dengan Cewek Nakal
Bandar Poker Terpercaya - Kenangan Terindah di Malam Pertama Gue dengan Cewek Nakal - Perkenalkan nama saya Nala (nama samaran saya), lulus kuliah baru bulan
kemarin di suatu perguruan tinggi tekemukan di Jogya, cerita ini baru
saya alami dalam bebrepa bulan kemarin tepatnya bulan Januari, dimulai
dari saya kirim SMS ke seorang cewek yang sudah lama tidak berjumpa,
Bandar Poker Terpercaya - karena sudah lama tidak berhubungan saya
kehilangan nomer kontaknya, kemudian saya meminta temenku nomernya
(katanya dia sih punya) suatu ketika langsung saya kirimkan SMS kepada
dia yang berisi bahwa saya kangen ingin bertemu dengannya.
Saat sudah aku kirimkan SMS tadi saya
tunggu berjam juga tidak ada balasan, dan ketika itu saya mengirimkan
ulang lagi dengan saya kasih nama saya di belakangnya, selang beberapa
waktu yang saya SMS miss call ke hapeku, karena saya dalam perjalan naik
motor, kemudian saya kirim SMS lagi ke dia yang isinya “bentar saya
lagi dalam perjalanan nanti saya hubungi setelah sampai ketujuan”
Setelah yang kujanjikan tadi saya baru
telepon si dia, Hallo Anita “tanya saya” dia menjawab “maaf anda salah
orang”, ternyata yang saya telepon salah orang sambil menahan malu saya
mau kumatikan teleponku, tetapi lawan bicara saya segera bertanya “yang
anda cari siapa? dengan nada mendesah” saya jawab “saya sedang mencari
teman lama saya yang hampir 6 tahun tidak ada kabarnya” singkat kata
kami kemudian berkenalan ternyata yang saya telepon salah sambung
namanya Fitri.
Sejak saat itu, kami sering berkirim
SMS. Kadang-kadang gw malah menelponnya. Namun, tidak ada niat
sedikitpun dalam diriku untuk menemuinya, atau melihat wajahnya. Toh
tidak ada maksud apa-apa, pikirku. Dua bulan berjalan sejak perkenalan
itu, entah mengapa, isi pesan SMS berubah menjadi hal-hal yang agak
menjurus ke sex.
Tiga bulan berjalan sejak perkenalan
kami lewat telepon. Tiba-tiba, Fitri mengirim SMS yang menyatakan ingin
bertemu. Mengapa tidak, kupikir. Toh tidak ada ruginya untukku. Saat itu
pikiranku belum berpikir jauh sampai ke sex. Kami janjian sore pukul
17.00. Kebetulan hari itu hari libur. Setelah tiba di tempat yang
dijanjikan, gw segera meneleponnya. Gua pake sweater pink, kata Fitri.
Segera kutemui Fitri yang sedang berdiri
menunggu. Hai, Fitri ya?, tanyagw. Fitri segera tersenyum. Wajahnya
memang tidak cantik, tubuhnya pun tidak aduhai seperti poster swimsuit
di majalah Popular. Namun, gw memang tidak terlalu mempermasalahkan
penampilan fisik. Segera kuperkenalkan diriku. Gua Nala, katagw. Memang
pergaulanku dengan wanita tidak intens, sehingga saat itu gw sedikit
gugup. Namun, segera kututupi kegugupanku dengan sedikit jaim (jaga
image).
Kami segera menjadi akrab. Kami
berbicara sebentar sambil menikmati makanan di sebuah food court.Nala,
suka nyanyi-nyanyi gak?, tanya Fitri setelah kami selesai makan. Suka,
tapi tidak di depan umum, begitu jawabku. Sama dong.
Kalo gitu, mau gak kamu saya ajak utk
nyanyi di karaoke? Kita bisa pesan private room kok, jadi tidak ada
orang lain. tanya Fitri. Kupikir, asyik juga ya, untuk melepas lelah.
Segera kami meluncur ke sebuah karaoke terdekat menggunakan mobilku.
Setibanya di sana, kami memesan tempat
untuk dua orang. Kami segera dituntun masuk oleh seorang wanita.
Ruangannya agak remang-remang, dan ditutupi gorden, jadi memang tidak
akan terlihat dari luar. Sambil waitress menyiapkan ruangan, kami
memesan minuman. Fitri permisi kepadagw untuk ke toilet.
Tepat setelah waitress menyiapkan
ruangan dan minuman, Fitri kembali. Kurasa agak aneh waktu itu karena
aroma wewangiannya kian tajam. Namun, tidak kupedulikan.Segera kami
mulai memasang lagu kesukaan kami, dan kami bernyanyi-nyanyi. Sampai
tibalah kami di lagu yang kelima. Fitri memesan lagu yang lembut, dan
agak romantis.
Sebelum lagu tersebut dimulai, tak
sengaja punggung tanganku menyentuh punggung tangan Fitri. Halus sekali,
pikirku. Sayang sekali tanganku untuk berpindah dari punggung
tangannya, sehingga kubiarkan saja di situ. Fitri pun diam saja, tidak
berusaha melepaskan sentuhan tangannya dari tanganku. Dingin ya?, tanya
Fitri, kepadagw, sambil melihat tanganku. Iya, jawabku mengangguk lemah.
Segera Fitri mendekatkan tanganku ke tangannya. Tanganku segera
menggenggam jari-jarinya.
Kami bernyanyi sambil menikmati
kehangatan tersebut. Pelan-pelan, naluriku mulai berjalan. Ingin sekali
gw mengelus pipinya yang lembut, namun gw agak takut-takut.
Perlahan-lahan Fitri mendekatkan bahunya ke bahuku sehingga kami duduk
sangat dekat.
Wangi aroma tubuh Fitri segera membius
diriku. Tak kupedulikan lagi ketakutanku. Segera kubelai pipi dan kening
Fitri. Ia menatapku. Gw balas menatapnya. Lalu kuusap lembut rambutnya.
Darah kelelakianku segera berdesir. Kukecup keningnya.
Fitri diam saja. Kukecup rambut dan
pipinya, segera aroma tubuhnya kembali membius diriku. Fitri benar-benar
kuperlakukan seperti pacarku sendiri. Tiba-tiba timbul gairah yang
besar untuk memeluknya. Fitri sepertinya mengerti karena dia segera
mengubah posisi duduknya sehingga memudahkanku untuk memeluknya.
Segera kupeluk Fitri dengan rasa
sayang.Tiba-tiba Fitri menarik tanganku ke dada kirinya. Segera
kurasakan bagian lembut kewanitaannya tersebut. Nikmat sekali, namun
dengan rasa agak takut. Pelan-pelan kusentuh buah dadanya yang lembut
itu.
Fitri diam saja. Gw mulai berani. Ku
elus-elus buah dadanya, perlahan-lahan, dengan gerakan memutar, tanpa
menyentuh bagian putingnya. Gw semakin berani. Tangan kananku kumasukkan
ke dalam sweater merahnya. Segera ku elus bukit lembut tersebut di
bagian pinggirannya.
Ku putar-putar tanganku mengelilingi
putingnya. Setelah beberapa saat, kusentuh putingnya. Ternyata putingnya
sudah mengeras. Lalu kuremas dengan lembut. Fitri mendesah. Ssshh,
desahnya.Kulanjutkan penjelajahanku ke dada kanannya. Kuulangi hal yang
sama. Lagi-lagi Fitri mendesah. Segera ia memagut bibirku, dan
melumatnya. Saat kujulurkan lidahku, segera dihisapnya kuat-kuat.
Oh, nikmat sekali berciuman saat malam
pertama ku seperti ini, pikirku karena memang gw belum pernah berciuman
dengan wanita. Badanku bergetar hebat, karena gw belum pernah melakukan
hal seperti malam pertama ini sebelumnya. Kami lanjutkan permainan kami
beberapa saat. Setelah itu, kami berhenti untuk menikmati minuman kami.
Kusodorkan sedotan minumanku untuk
diminum terlebih dulu oleh Fitri. Kemudian kami lanjutkan nyanyian kami
sambil berpelukan. Nyaman sekali rasanya saat itu.Kuteruskan permainan
tanganku dengan lembut, mengelus dan meremas dengan lembut buah dada
Fitri.
Fitri kembali memagut bibirku. Kami
berciuman hebat. Tiba-tiba Fitri menarik tanganku, dan memasukan
tanganku ke dalam celana panjangnya. Segera terasa bulu-bulu halus
kemaluannya tersentuh oleh tanganku. Pelan-pelan kudorong tanganku ke
bawah, menuju organ intimnya.
Segera terasa tanganku menyentuh
vaginanya yang hangat dan basah. Montok kan punya gua?, begitu ungkap
Fitri saat tanganku mengelus lembut vaginanya. Segera kuiyakan
pertanyaannya itu, padahal gw tidak bisa membedakan seperti apa vagina
yang tidak montok. Kuusap terus vaginanya, seraya desahan Fitri
mengiringi gerakanku. Sssh.. Oh, Nala.
Baru kamu laki-laki yang bisa
memperlakukanku dengan lembut di malam pertama, begitu terus desahnya.
Tersanjung juga gw dipuji dirinya.Kami terus bercumbu sampai tak terasa
dua jam malam pertama ini berlalu. Nala, kamu jangan pulang dulu ya. Gw
ingin dikelonin sama kamu.
Temani sebentar gw di hotel ya?, tanya
Fitri kepada gw. Saat itu, gw agak takut. Takut gw tidak bisa menahan
diri untuk tidak tidur dengannya di saat malam pertama. Segera kuingat
ajaran2 agama yang melarangku melakukannya. Namun sepertinya Fitri
mengerti ketakutanku. Gw cuma minta dibelai kok. Tidak lebih. Ya, Nala?,
tanyanya dengan mata memohon.
Berat sekali rasanya untuk mengiyakan
permintaannya. Di satu sisi, gw takut sekali melanggar ajaran agama.
Lagipula, gw banyak tugas yang malam itu harus kuselesaikan. Namun sisi
kemanusiaanku membuat gw tidak tega menolaknya. Baiklah, tapi tidak
lebih dari itu ya?, jawabku. Iya, gua janji deh, kata Fitri lagi.
Kami segera keluar dari ruangan,
membayar ke kasir, dan meluncur ke sebuah hotel menggunakan mobilku.
Fitri menjadi penunjuk jalan. Setelah membayar uang deposit di kasir
hotel, kami segera melenggang ke dalam kamar.
Di dalam kamar, gw menyalakan televisi.
Sejenak kami menikmati sebuah film. Tak lama kemudian, Fitri
membentangkan tubuhnya di kamar tsb. Nala, sini dong, kata Fitri. Gw
mengubah posisi duduk ku di ranjang mendekati Fitri.
Gw dalam posisi duduk, sementara Fitri
sudah telentang. Nala, belai gw lagi ya, kata Fitri. Segera tanganku
mengelus dahi Fitri. Kuelus-elus dahinya beberapa lama, turun ke pipi,
lalu ke rambutnya yang panjang.Fitri menikmati gerakanku sambil menutup
mata.
Lalu kusandarkan tubuhku ke ranjang,
kukecup lembut kening dan dahinya. Fitri membuka matanya, tersenyum.
Lalu kucium kelopak matanya. Fitri benar-benar menikmati perlakuanku.
Perlahan kukecup lembut bibirnya.
Gw hanya menyentuhkan bibirku di
bibirnya. Namun segera Fitri menjerat bibirku di bibirnya. Dilumat
bibirku dengan bergairah, sementara tangannya dengan kuat memelukku.
Kujulurkan lidahku untuk menyentuh bibir bawahnya, namun Fitri segera
menghisap bibirku tersebut.
Segera kuarahkan ciumanku ke bagian
telinganya, dan kujilat bagian dalam daun telinganya dengan
lidahku.Fitri meronta-ronta dan mendesah. Aduh Nala, geli sekali.
Teruskan Nala, katanya. Kucumbu Fitri terus di telinganya. Kemudian
kuarahkan cumbuanku ke lehernya.
Fitri mendesah hebat. Ssshh.. sshh..
ohh, desah Fitri. Gw tidak bisa menahan diriku lagi. Fitri, boleh kubuka
bajumu?, tanya gw pelan kepada Fitri. Fitri mengangguk, tersenyum.
Perlahan-lahan kubuka kancing bajunya. Terlihatlah tubuhnya yang putih
mulus, dengan bra berwarna biru. Kulanjutkan ciumanku di seputar
payudaranya.
Tak lupa kukecup pelan ketiaknya yang
bersih tanpa bulu. Fitri mengerang. Nala, buka BH gua dong, pinta Fitri.
Segera kuarahkan tanganku ke punggungnya untuk membuka BHnya. Sulit
sekali membuka BHnya. Maklum, belum pernah gw membuka BH wanita.
Setelah terbuka, pelan-pelan
kutanggalkan BHnya. Segera tampak bukit indahnya yang putih bersih,
tanpa cacat, dengan puting kecoklatan. Indah sekali, pikirku. Ingin
sekali gw menciumnya. Kupindahkan BHnya dan bajunya ke meja supaya tidak
kusut.
Lalu, pelan-pelan kubasahi buah dadanya
dengan lidahku. Kuputar wajahku memutari tokednya. Fitri mendesah lagi.
Gerakan itu terus kuulang beberapa kali, lalu berpindah ke toked
kanannya. Di sana kuulangi lagi gerakanku sebelum akhirnya lidahku tiba
di puncak tokednya.
Kubasahi putingnya dengan lidahku,
kumain-mainkan, kukulum, dan kuhisap. Fitri mengerang-ngerang. Aduh,
Nala..ssh..ssh.. geli sekali. Terus Nala… Sambil mengulum putingnya,
pelan2 kuelus bagian perutnya. Auw.. enak Nala.., Fitri menekan wajahku
ke dadanya. Kira-kira 15 menit Fitri kuperlakukan seperti itu.
Nala, bukain celanaku dong.., pinta
Fitri. Segera kubuka kancing celananya, dan kupelorotkan ke bawah.
Terlihatlah pahanya yang putih bersih, dan kewanitaannya yang masih
tertutupi Celana Dalam warna hitam. Masih mengulum putingnya, segera
kuarahkan tanganku ke selangkangannya. Kuelus-elus perlahan.
Kugerakan tanganku dari dekat lututnya,
terus bergerak sedikit demi sedikit ke arah pangkal pahanya.ohh..,
rintih Fitri menahan kenikmatan yang kuberikan. Kuelus vaginanya yang
masih tertutupi CD. Ternyata CD-nya sudah basah.
Kubelai pelan-pelan bagian tersebut.
Fitri meronta-ronta, dijepitnya tanganku dengan kedua belah pahanya.
Oh.. ohh.. ronta Fitri. Gantian tangan Fitri yang masuk ke celana
dalamku. Dipegangnya Kontolku, lalu dikocok pelan-pelan. Uuh, nikmat
sekali rasanya..
Nala, buka celana dalam gua.., pinta
Fitri. Jangan Fitri, gua gak berani melakukan itu.. kata gw.Gw bukan
bermaksud munafik, tapi gw memang benar-benar takut saat itu, karena
belum pernah melakukannya. Tak apa-apa, Nala, tidak usah dimasukin. Gua
cuma minta diciumi aja, pinta Fitri memohon. Akhirnya kubuka celana
dalam Fitri. Kunikmati pemandangan indah dihadapanku. Oh, indah sekali
makhluk bernama wanita ini, pikirku. Elus lagi, Nala.., pinta Fitri.
Perlahan-lahan, tanganku mulai mengelus
bibir vaginanya yang sudah basah. Kuputar-putar jariku dengan lembut di
sana. Lagi-lagi Fitri meronta. Ohh..ohh. Ke atas lagi Nala. Elus
klitorisku, begitu desahnya perlahan. Gw tidak tahu persis di mana
klitoris. Gw terus mengelus bibir vaginanya. Segera tangan Fitri
membimbing tanganku ke klitorisnya.Baru sekali itu gw tahu bentuk
klitoris.
Mungil dan menggemaskan. Dengan lembut
kuputar-putar jariku di atas klitorisnya. Setiap 5 putaran, Fitri
langsung mengepit tanganku dengan pahanya. Sepertinya ia benar2
menikmati perlakuanku. Nala, tolong hisap klitorisku, yah?, pinta Fitri.
Gw sedikit ragu, dan jijik. Pake tangan aja yah, Fitri.., gw berusaha
menolak dengan halus. Tolong dong, Nala.
Sekali ini saja. Nanti gantian deh ,
pinta Fitri. Gw masih berat hati menghisapnya. Fitri, maaf ya. Tapi kan
itu kemaluan. Apa nanti… Belum selesai gw bicara, Fitri segera
memotongku. Kemaluanku bersih kok, Nala. Gw selalu menggunakan
antiseptik. Tolong ya.. sebentar saja, kok, pinta Fitri
lagi.Perlahan-lahan kudekatkan mulutku ke memeknya Fitri.
Segera tercium aroma yang tidak bisa
kugambarkan. Perlahan-lahan kujulurkan lidahku ke klitorisnya. Gw takut
sekali kalau rasanya tidak enak atau bau. Kukecap lidahku ke vaginanya.
Ternyata tawar, tidak ada rasa apa-apa. Terus, Nala..ohh.. enak sekali,
desah Fitri. Kuulangi lagi, pelan-pelan. Lama-lama rasa takut dan
jijikku hilang, malah berganti dengan gairah. Kuulang-ulang menjilati
vaginanya. Fitri makin mendesah. ooh.. oohh.. ohh.. ohh.
Fitri menggenggam jari telunjukku, lalu
memasukkan ke dalam liang vaginanya. Kamu nanti tidak kesakitan?,
tanyaku kepadanya. Ia menggeleng pelan. Lalu, kuputar-putar jariku di
dalam vaginanya. Ahh.., Fitri menjerit kecil. Kuputar jariku tanpa
menghentikan jilatanku ke vaginanya.Saat kuarahkan jariku ke
langit-langit memeknya, terasa ada bagian yang agak kasar. Kuelus pelan
bagian tersebut, berkali-kali. ‘Ya, terus di situ Nala.. ahh.. enak
sekali..
Kuteruskan untuk beberapa saat. Fitri
makin membuka lebar-lebar pahanya. Tiba-tiba Fitri menggerakkan
pantatnya ke atas dan bawah, berlawanan dengan arah jilatanku. Ah Nala..
gw mau keluaar.. erang Fitri. Fitri makin mempercepat gerakannya, dan
tiba-tiba gerakan pantatnya dia hentikan, lalu dikepitnya kepalagw
dengan pahanya. Ahh.. Nala..gw keluar, desahnya. Segera kupeluk tubuh
Fitri, dan kugenggam tangannya erat.
Kubiarkan Fitri menikmati orgasmenya.
Setelah beberapa saat, kuelus-elus dahi dan rambutnya. Nala, enak
sekali, kata Fitri. Gw diam saja.Sekarang gantian, ya, kata Fitri. Gw
mengangguk pasrah, antara mau dan takut. Diputarnya tubuhku sehingga
tubuhnya menindih tubuhku sekarang. Dibukanya celana dan celana dalamku.
Malu sekali rasanya saat itu. Segera kututupi Kontolku yang masih
terduduk lemas.
Sepertinya Fitri mengerti perasaanku. Ia
segera mematikan lampu kamar. Gw merasa lebih tenang jadinya. Lalu,
dibukanya pahagw yang menutupi Kontolku. Fitri segera meraba-raba
Kontolku. Oh, geli sekali rasanya. Rasa geli itu membuatku secara
refleks menggelinjang.
Fitri tertawa. Enak kan, Nala? tanyanya
menggodagw. Sial nih orang, pikirku. Dikerjain gua. Mau diterusin gak,
Nala? tanya Fitri sambil menggoda lagi. Gw hanya mengangguk.Saat itu
Kontolku belum berdiri. Aneh sekali. Padahal biasanya kalo melihat
adegan yg sedikit porno, punyagw langsung keras.
Akhirnya Fitri mendekatkan mulutnya ke
Kontolku. Dikecupnya ujung Kontolku perlahan. Ada getaran dashyat dalam
diriku saat kecupannya mendarat di sana. Nala, punya kamu enak. Bersih
dan terawat, ujar Fitri. Geer juga gw dipuji begitu.
Dipegangnya gagang Kontolku, lalu Fitri
mulai menjilati Kontolku. Ya ampun, pikirku. Geli sekali.. Secara reflek
gw meronta, melepaskan Kontolku dari mulut Fitri. Kenapa, Nala?, tanya
Fitri. Gua gak tahan. Geli banget, sih?, katagw protes. Ya udah,
pelan-pelan aja, ya?, kata Fitri. Gw mengangguk lagi. Fitri mulai
memperlambat tempo permainannya.
Rasa geli masih menjalari tubuhku, tapi
dengan diikuti rasa nyaman.Kuperhatikan Fitri menjilati Kontolku, tak
terasa Kontolku segera mengeras. Fitri senang sekali melihatnya. Segera
dilahap kembali Kontolku itu, kali ini sambil dikocok-kocok dengan
tangannya.
Sekali lagi gw disiksanya dengan rasa
geli yang amat sangat. Kunikmati permainannya, tak terkira nikmatnya. Ya
ampun, baru sekali ini kurasakan kenikmatan malam pertama yang tiada
tara seperti ini. Ah.., tak kuasa gw menahan desahanku. Nala, kumasukan
ya punyamu?, tanya Fitri. Nanti kamu sakit, gak?, tanyagw. Gw sudah tak
bisa menguasai diri lagi.
Ingin sekali rasanya Kontolku dikepit
oleh vaginanya. Ya, kalau gw yang ngontrol sih, gak sakit, kata Fitri.
Ya udah, kamu yang di atas aja, katagw kepadanya.Fitri segera mengubah
posisi tubuhnya. Ia kangkangkan pahanya di atas tubuhku, lalu
pelan-pelan dibimbingnya Kontolku menuju liang Kontolnya.
Ditekannya sedikit, masuklah sedikit
ujung Kontolku ke dalam. Terasa sedikit basah dan licin kemaluannya.
Didiamkan punyagw di sana utk beberapa saat. Gw diam menunggu. Lalu
ditekannya sedikit lagi. Kali ini punyagw masuk lebih dalam dan makin
terasa cairan pelicin kemaluannya.
Sudah sepertiga dari panjang Kontolku
yang berada dalam vaginanya. Dia diamkan lagi Kontolku di sana beberapa
saat. Ia sedikit mengernyit. Sakit?, kutanya. Iya, tapi gak apa2. ,
jawab Fitri. Kemudian ia mendorong Kontolku makin dalam, hingga akhirnya
semua Kontolku tertelan di dalam vaginanya. Terasa basah dan hangat
vaginanya. Nikmat dan geli sekali rasanya. Setelah beberapa saat, Fitri
mulai menggerakkan pinggulnya naik dan turun.
Ahh.. enak sekali menikmati Kontolku
terjepit dalam vagina Fitri. Gerakan pantat Fitri membuat Kontolku
terkocok, dan segera gw merasakan kenikmatan yang tiada tara. Fitri pun
seakan-akan begitu. Ohh.. ohh.. ohh.. ohh, Fitri mengerang-ngerang.
Fitri terus menggerakan pinggulnya naik
dan turun selama beberapa saat dengan diiringi desahan. Tiba-tiba ia
berhenti. Entah mengapa tiba-tiba ada perasaan kesal dalam diriku.
Namun, ternyata Fitri tidak berhenti begitu saja.
Kini pinggulnya digerakan tidak
naik-turun lagi, tapi maju mundur, dan terkadang berputar. Sepertinya
Fitri sangat menikmati gerakan malam pertama ini, terbukti erangannya
semakin sering. Ah.. ah.. ahh.. ahh.., desahnya terus, tanpa henti.
Kuremas dengan lembut toket nya, Fitri makin merintih. Sssh.. ssh..
sshh.. enak sekali malam pertama ini.
Makin lama gerakan Fitri makin cepat.
Nala, gw mau keluar lagi, Nala.. rintihnya. Gw pun merasa Kontolku
berdenyut kencang. Fitri, tolong lepaskan, gw mau keluar, katagw. Gw
takut sekali kalau sampai Fitri hamil. Tapi Fitri tidak mau melepaskan
Kontolku.
Ditekannya kuat tanganku dengan kedua
tangannya sehingga gw tidak bisa melepaskan diri darinya. Tiba-tiba
kurasa Kontolku menyemburkan cairan kuat di dalam vaginanya. Aduh,
Fitri, jangan.. nanti kamu hamil.., teriakku, sesaat sebelum cairanku
keluar. Tapi semua sudah terlambat. Semua cairanku sudah keluar dalam
vaginanya.
Nikmat sekali malam pertama ini, namun
terasa lemas tubuhku sesudahnya. Segera otot-otot Kontolku mengerut, dan
menjadi kecil kembali.Fitri dengan kecewa melepaskan Kontolku. Fitri,
kalo kamu hamil gimana, tanyagw dengan setengah takut. Tenang aja, Nala.
Gua pake alat kontrasepsi kok. Kamu gak perlu takut, ya?, kata Fitri
menenangkan diriku. Kemudian, Fitri segera memijat-mijt Kontolku.
Dielus, dan di kulum lagi seperti tadi.
Tak lama, Kontolku segera mengejang
lagi. Segera Kontolku dimasukan lagi oleh Fitri ke vaginanya. Kembali
Fitri melakukan gerakan maju mundur tadi. ohh.. ohh.. ohh.. oohh,
erangnya. Kuremas lembut toked nya. Ssshh.. sshh.. sshh, begitu terus
rintihannya.
Selama beberapa saat Fitri mengocok
Kontolku dengan vaginanya, sampai akhirnya ia berteriak. Nala, gw hampir
keluar, desah Fitri. Segera Fitri mempercepat gerakannya. Gw pun
membantunya dengan menggerakan pinggulku berlawanan dengan arah
gerakannya.
Ahh.. Nala, gw keluar, desahnya agak
keras. Sejenak ia menikmati orgasme malam pertama nya, sebelum rubuh ke
dalam pelukanku. Kubiarkan ia menikmati orgasmenya, kuelus rambutnya,
dan kukecup keningnya. Kami berpelukan, dan tidur bugil sampai pagi
hari.
Alangkah Indahnya Hidup ini dibuat oleh
fitri dan gw tak akan pernah melupakan kenangan terindah di malam
pertama bersama fitri walaupun kini gw gat au kabarnya si Fitri ini!
Posted By : www.tugupoker.net


Comments
Post a Comment