Agen Poker Terbaik - Tante yang Sudah Merencakan Niatnya untuk Ngewe Denganku
Agen Poker Terbaik - Tante yang Sudah Merencakan Niatnya untuk Ngewe Denganku - Cerita hot ini bermula ketika tetangga di dekat kostku, Tante Lela, yg berstatus
janda beranak satu, memintaku untuk memberikan private Matematika kepada
Rere, anak perempuannya yang waktu itu duduk di kelas 3 SMA, karena
katanya, anaknya memiliki kelemahan di dalam mata pelajaran Matematika,
ditambah lagi dengan kekhawatiran akan tidak lulus dalam ujian nasional
Agen Poker Terbaik - Permintaan tersebut aku tanggapi dengan
baik, dan lebih pada keinginan untuk menutupi kebutuhan hidup
sehari-hari sebagai seorang mahasiswa yang hidup jauh dari keluarga
Apalagi pelajaran yang diminta juga memang sesuai dengan jurusan yang
kuambil di kampus, jadi tidak jadi masalah bagiku
Sesuai dengan jadwal private yang telah
disepakati, yaitu jam 08 00 malam, dua kali seminggu, aku datang ke
rumah tetanggaku tersebut Karena jaraknya yang hanya terhalang oleh
beberapa rumah saja dari kostku, maka aku hanya mendatanginya dengan
jalan kaki, itung-itung ngirit bensin… Lumayan lah! dengan gaji 50ribu –
per pertemuan, aku bisa menghitung berapa penghasilanku per bulan
Pada awalnya semua berjalan lancar,
seperti layaknya private pada umumnya Sekitar pukul 09 30 atau kadang
molor sampai jam 10 00 malam, barulah aku minta izin pulang Sampai pada
suatu malam, sesuai dengan jadwal, aku datang ke rumah tetanggaku
tersebut, dengan maksud memberikan private pada anaknya, tetapi ternyata
yang ada hanya Tante Lela Katanya sih si Rere keluar dengan temannya
karena suatu keperluan
Kata tante Lela, mungkin sebentar lagi
juga pulang Sementara menunggu, Tante Lela menyuguhkan secangkir teh
hangat dan sedikit makanan kering kepadaku Dalam selang waktu itu
terjadi percakapan kecil antara aku dan tante Lela
“Silahkan diminum airnya, nak Rey!” kata tante Lela
“Iya, Tante!” jawabku sambil mengambil gelas berisi teh hangat yang ada di depanku
“Sudah semester berapa sekarang?” tanya Tante Lela memulai percakapan
“Sudah semester akhir sih, Tante! cuman… Skripsi saya belum selesai ” jawabku agak malu-malu sambil meletakkan kembali gelas teh ke atas meja
“Iya, Tante!” jawabku sambil mengambil gelas berisi teh hangat yang ada di depanku
“Sudah semester berapa sekarang?” tanya Tante Lela memulai percakapan
“Sudah semester akhir sih, Tante! cuman… Skripsi saya belum selesai ” jawabku agak malu-malu sambil meletakkan kembali gelas teh ke atas meja
“Wah… hampir selesai dong! Kalau sudah lulus, nggak ada lagi dong ngasih private buat Rere…” kata Tante Lela
“Ah, masih lama juga sih, Tante! Mungkin duluan Rere lulus ketimbang saya…” jawabku merendah
“Hahaha… kerasan kuliah ya? nggak kepingin merit?” Tanya Tante Lela yg lumayan mengagetkanku
“Ah, masih lama juga sih, Tante! Mungkin duluan Rere lulus ketimbang saya…” jawabku merendah
“Hahaha… kerasan kuliah ya? nggak kepingin merit?” Tanya Tante Lela yg lumayan mengagetkanku
“Hehehe… pingin sih, Tante! Tapi kerja aja belum, masa dah mikir merit…!?” Jawabku
“Kamu itu gimana sih? ntar nyesel nunda-nunda kawin…” kata Tante Lela menggodaku “nyesel kenapa, Tante?” tanyaku
“Dasar anak muda! Kawin itu enak lho…!!” kata tante Lela
“Hahaha… kalau mikir gitu2nya aja sih memang enak, Tante! tapi tanggung jawabnya kan besar kan, Tante!?” Jawabku
“Kamu itu gimana sih? ntar nyesel nunda-nunda kawin…” kata Tante Lela menggodaku “nyesel kenapa, Tante?” tanyaku
“Dasar anak muda! Kawin itu enak lho…!!” kata tante Lela
“Hahaha… kalau mikir gitu2nya aja sih memang enak, Tante! tapi tanggung jawabnya kan besar kan, Tante!?” Jawabku
Tiba-tiba Tante bangkit dari tempat
duduknya, lalu ia duduk di sampingku Aku terkejut dengan apa yang
dilakukan oleh Tante Lela, tetapi tiba-tiba ia berbisik di telingaku…
“kalau kamu mau, kamu nggak perlu mikir masalah tanggung jawab, nak Rey!” begitu bisik Tante Lela di telingaku
Seketika itu juga, tiba-tiba tangannya menyentuh kemaluanku yang tidur di balik celana jeans yang ku kenakan
“Tante! kalau Rere datang gimana?”
tanyaku akan gugup dengan aksi Tante Lela terhadapku Mendengar
pertanyaanku itu, Tante Lela mendorong tubuhku hingga terbaring di Sofa,
dan menindih tubuhku lalu kembali berbisik
“Tenang saja! Semua sudah tante
rencanakan Rere tidak akan pulang ke rumah malam ini, karena ia sedang
ada kegiatan Camping di sekolahnya Tadi sore, Rere pesan sama tante,
minta tolong menyampaikan ke kamu bahwa private malam ini ditiadakan
dulu…” Penjelasan tante itu cukup mengagetkanku
Dalam perasaan gugup bercampur birahi
yang menggoda, tiba-tiba tante Lela yang duduk di atas tubuhku yang
terbaring di sofa ruang tamu itu, tante melepaskan bajunya sehingga
payudara putih besar yang tertampung dalam Bra putih menjadi pemandangan
langka di hadapanku Seterusnya tante Lela melepaskan rok panjang yang
ia kenakan, sehingga sesosok tubuh wanita yang hanya tertutup oleh BH
dan CD menjadi pemandangan nyata di depan mata
Sejujurnya, aku tidak ingin
menyia-nyiakan kesempatan langka ini, tapi rasa gugup dan terkejut masih
menyelimuti hatiku Di saat itulah, tiba-tiba tante Lela berusaha
membuka kancing celanaku dan menurunkan reslitingku
Dia tersenyum padaku, lalu berkata:
“Burungmu pasti sulit bernafas kalau tidak dikeluarkan… ” katanya
Mendengar kata-kata itu, akupun berusaha melempar senyumku dan seketika
itu juga ku turunkan celana jeansku dan ku biarkan tante Lela yang
mengeluarkan penis dari celana dalamku
Batang penisku yang sudah tegang,
langsung menyembul keluar setelah tante Lela menurunkan CDku Beberapa
saat tante memandangi dan meremas batang penisku, lalu ia menunduk dan
memasukkan penisku ke dalam mulutnya sebuah kenikmatan yang tak tertahan
saat lidah tante Lela membelai kepala penisku
Sepertinya, aku tidak mampu menahan
punjak birahi yang sudah berada di ubun-ubun Akibatnya, spermaku pun
keluar dengan kencang mengisi mulut tante yang sedang asyik memainkan
lidahnya di kepala penisku
Melihat cepatnya aku mencapai puncak,
tante Lela bukannya kecewa Ia malah tersenyum dengan lelehan sperma di
bibirnya Tante Lela mengeluarkan sisa sperma yang masih berada di
mulutnya dan meludahkannya ke batang penisku Kemudian ia kembali
mengulum penisku yang mulai melemah selama beberapa saat
Dengan bibir yang masih berlumuran
sperma, tante Lela kembali menjatuhkan tubuhnya di atas tubuhku, lalu
mencium bibirku ku coba untuk membalas reaksinya dengan menyambut
lidahnya yang masuk ke mulutku Ku rasakan sebuah sensasi yang luar biasa
ketika tante Lela seakan mengajak berbagi sperma di mulutku Aku tidak
perduli dengan bau sperma yang kecut harus masuk ke tenggorokanku, yang
ku pikirkan hanyalah bagaimana caranya agar penisku bisa kembali bangkit
dari kematiannya
Ku ku coba meremas-remas payudara besar
yang masih terbungkus BH, sebuah hal yang luar biasa yang tidak pernah
ku mimpikan sebelumnya Ternyata menjadi guru private anak tetangga
merupakan awal hilangnya keperjakaanku
Tante Lela telah merencanakan ini secara
sempurna tanpa ku ketahui sebelumnya Mungkin sebagai seorang janda, ia
juga merindukan nikmatnya saat melakukan hubungan dengan suaminya yang
telah meninggal dunia sekitar setahun yang lalu
Setelah puas berciuman mesra di sofa,
Tante Lela bangkit dari tubuhku Ia kemudian menarik celana Jeans dan
CDku sampai terlepas dan memintaku untuk melepaskan baju juga ku turuti
saja keinginannya, hingga aku menjadi sesosok laki-laki bugil dengan
penis yang mati tergantung
Tante Lela memegang tanganku dan
menarikku menuju sebuah kamar yang bisa dipastikan adalah kamar tidurnya
Setelah berada di dalam kamar, tante Lela melepaskan BH dan CD putih
yang ia kenakan Kemudian ia berdiri di hadapanku dengan tubuh bugil
Dalam posisi berdiri, kami kembali berciuman Lalu ia berkata padaku:
“Rey! jika kamu sudah siap, lakukan saja
yang ingin kau lakukan dengan tante… Tante akan menunggu…” demikian
perkataannya yang dipenuhi dengan birahi indah Ia kemudian berjalan
meninggalkanku dan menghempaskan tubuhnya di atas tempat tidur empuk
yang ada di kamarnya itu Ajakan itu tak ingin ku sia-siakan dan hilang
begitu saja Sesosok tubuh wanita yang siap untuk dinikmati, kenapa tidak
ku manfaatkan…!?
Tanpa pikir panjang, ku dekati tubuh
tante Lela yang telah terhidang siap saji untuk disantap Lalu ku mulai
aksiku dari menaiki tubuh tante Lela dan mencium bibirnya Bibir dan
lidah kami saling beradu dalam suasana yang penuh birahi Sambil terus
berciuman, ku remas salah satu payudara Tante Lela yang lumayan besar
dan lembek, dengan salah satu tangan menopang berat tubuhku agar tidak
menindih sempurna tubuh tante Lela
Aktivitas itu terus ku lakukan, hingga
akhirnya batang penisku kembali terjaga dari tidurnya Dalam suasana
penuh nafsu yang tak tertahan, ku sentuh selangkangan tante Lela yang
ditumbuhi oleh bulu yang lebat Ku coba untuk merayap dan memasukkan
jariku ke belahan di pangkal paha tante Lela
Tidak terlalu sulit untuk
mendapatkannya, hingga dalam beberapa detik, aku telah berhasil
menenggelamkan jari tengahku di lobang vagina tante Lela Sesaat
kemudian, ku mainkan jariku di lobang yang basah itu, sehingga membuat
tante Lela mendesah Sepertinya dia mulai merasakan kenikmatan bercinta
denganku
Sebagai seorang yang tidak pernah
melakukan hubungan seks layaknya suami istri, aku tidak begitu mengerti
apa yang harus ku lakukan pada tubuh bugil yang saat itu telah siap
untuk ku nikmati Yang ada dalam pikiranku hanyalah menikmati, dan bukan
memberi kenikmatan
Tanpa terlalu lama bermain dengan benda
yang juga baru pertama kali ku sentuh, aku mulai berpikir untuk
memasukkan penisku yang sudah cukup keras ke dalam lobang vagina tante
Lela yang kenyal dan dikelilingi oleh bulu yang lebat
Aku merubah posisi ku, lalu mengarahkan
kepala penisku ke belahan di sela paha tante dengan tanganku Mungkin
karena statusnya yang janda beranak satu, alias sudah bukan perawan,
batang penisku tidak terlalu sulit untuk menerobos masuk ke vagina tante
Lela
Rasa yang ku dapatkan saat menggenjot
lobang vagina tante Lela yang lembat sungguh tidak bisa ku lukiskan
dengan kata-kata Batang penisku yang terjepit oleh dinding vagina yang
kenyal benar-benar memaksaku untuk menuju puncak birahi Tidak seberapa
lama aku melakukan hal tersebut, dapat ku rasakan bahwa desiran darahku
seakan berkumpul di pangkal penisku
Saat itulah, aku semakin meningkatkan
tempo permainanku, hingga akhirnya aku tidak tahan lagi Ku hentakkan
pantatku sekeras mungkin, sehingga penisku tenggelam sempurna di dalam
lobang vagina tante Lela dan ku rasakan spermaku keluar dan mengisi
lobang vagina tante Lela
Aku sama sekali tidak berpikir akan
akibat yang mungkin terjadi dengan tertanamnya sperma di rahim tante
Lela, kecuali setelah batang penisku kembali melemah dan ku jatuhkan
tubuhku di samping tubuh tante Lela yang basah bermandikan keringat
Tante Lela tersenyum padaku, lalu berkata:
“Nggak perlu belajar lama, ya?” kata
tante sambil bangkit dari posisinya Entah apa yang akan dia lakukan, ia
berdiri di atas tempat tidur lalu ia duduk di atas dadaku sambil
mengarahkan vaginanya yang masih basah tersebut ke daerah wajahku
“Mainkan lidahmu, Rey!” Kata tante kemudian
Tanpa pikir panjang dan banyak tanya, ku
turuti saja keinginannya, ku jilati belahan vagina tante Lela yang
duduk di atas wajahku Dengan bantuan jariku, ku buka belahan vagina
tante yang kenyal itu lalu ku masukkan lidahku sedalam-dalamnya ke
lobang vagina tante Lela
Tiba-tiba ku rasakan cairan putih kental
yang tidak lain adalah spermaku keluar dari lobang vagina tante Lela
dan masuk ke mulutku Meskipun agak jijik, tapi aku tidak berani
memuntahkannya dari mulutku Aku hanya menahannya di mulutku sambil terus
memainkan lidahku di lobang vagina yang terbuka lebar itu
Beberapa saat setelah aktivitas menjilat
itu ku lakukan untuk tante Lela, ku coba untuk kembali menjatuhkan
tubuh tante Lela ke tempat tidur Saat itulah, kembali ku cium bibir
tante Lela sambil mengeluarkan sperma yang ada di mulutku dan
memasukkannya ke mulut tante Lela Tante Lela bukannya menolak, ia malah
menerima dan bahkan menelat sperma yang ku keluarkan di mulutnya
Malam itu, aku tidak pulang ke kostku
Aku tidak bisa meninggalkan indahnya bercinta dengan tante Lela, Ibu
dari siswa privateku, karena ia adalah wanita yang telah merampas
keperjakaanku, sekaligus orang yang pertama memberiku kenikmatan
bercinta Malam itu, aku tidak dapat tertidur
Meskipun aku tahu tante begitu lelah dan
mengantuk, tetapi aku terus mengulangi hubungan seks dengan tante
Beberapa kali ku paksakan untuk memasukkan penisku ke vagina tante Lela
saat ia tertidur, tetapi gesekan batang penisku di dinding vaginanya
selalu membuatnya terbangun dan kembali memberikan respon untuk aksi
ajakanku
Seingatku, malam itu aku melakukan
hubungan seks dengan tante Lela lebih dari 10 kali Karena setiap kali
penisku bangun, aku langsung memasukkan ke lobang vagina tante Dari
pelajaran malam itu, yang ada di pikiranku hanyalah keinginan untuk
terus bisa merasakan vagina, hingga akhirnya aku berhasil merenggut
keperawanan Rere, putri tante Lela sendiri
Karena seringnya bercinta dengan Tante
Lela, Ibu dari siswa privateku, Rere, hubungan gelap tanpa komitmen yang
selama ini terjalin antara kami, tercium oleh Rere Hal ini terjadi
ketika suatu malam, setelah aku memberikan private di rumah Rere, hujan
turun dengan lebatnya Tante Lela menyarankan, agar aku tidak usah pulang
dulu sebelum hujan reda Tetapi ternyata hujan tidak berhenti hingga
lewat jam 11 malam Tante Lela menyarankan untuk bermalam saja
Meskipun dengan sedikit basa-basi
penolakan, tetapi tawaran itu ku terima dengan senang hati, dan memang
itu harapanku, berharap dinginnya malam dengan suasana hujan lebat, akan
menambah indah nuansa pencapaian puncak birahi dalam bercinta dengan
janda beranak satu itu
Malam itu, aku hanya tidur di sofa ruang
tamu, karena memang hanya ada 2 kamar di rumah tante Lela Mungkin hanya
sekedar mengelabui Rere yang belum tahu hubungan gelap yang ku jalin
dengan Ibunya Di sofa itu, aku terus memainkan jariku di HPku yang hanya
bergetar jika ada SMS atau panggilan masuk, karena memang aku sedang
SMSan dengan tante Lela yang ada di kamarnya Saling merayu di udara
dengan bahasa yang mengoda birahi
Setelah memastikan Rere tertidur di kamarnya, sekitar pukul 12 30 malam, tante Lela mengirinkan SMS yang berbunyi:
“Rey! kKmr Tante dong skrg, Tante dah pngin bgt nch!”
Menerima SMS itu, dengan penuh semangat,
aku keluar dari selimutku dan bangkit dari sofa lalu melangkah perlahan
ke kamar tante Lela Suasana hujan yang masih sangat lebat memberikan
keleluasaan bagiku, karena suara langkahku tidak akan memecah heningnya
malam
Saat aku membuka pintu kamar tante Lela,
tiba-tiba Rere keluar dari kamarnya Hal tersebut tentu saja sangat
mengejutkanku Apalagi melihat ekspresi keterkejutan Rere melihat
gelagatku
“Kaka! itu kamar Mama! Kaka mau apa?”
begitulah kata yang terucap dari gadis muda berusia 15 tahun, utri
tunggal tante Rere Aku yang terkejut karena nyaris tertangkap basah
dengan dorongan birahiku, langsung berusaha mencari alasan yang tepat
untuk jawaban untuk pertanyaannya tersebut
“Eeee… ” jawabku seraya tanganku melepas
gagang pintu kamar tante Lela yang kebetulan telah terlanjur terbuka,
sambil terus berpikir keras untuk mencari alasan
“Begini Win! tadi Kaka kira ini kamar
kamu… Kata Mama kamu, Kaka disuruh membangunkan kamu Kamu disuruh Mama
kamu tidur dengan Mama, Kaka di suruh tidur di kamar kamu… Gitu, Win!
Jawabku dengan bahasa yang agar berbelit-belit Rere mengerutkan
keningnya beberapa saat, lalu kemudian melempar senyumnya
“Oo Iya, Kak! Kamar Rere di sini… Kakak
tidur aja di sini… biar Rere tidur di kamar Mama” begitu jawab Rere
sambil masuk kembali ke kamarnya dengan maksud mungkin mengambil
keperluan tidurnya
Ku tutup kembali pintu kamar tante Lela
dengan segudang kekecewaan, karena hasrat yang memuncak tidak bisa
terlampiaskan di malam yang begitu mendukung ini Dengan langkah lemas,
ku beranjak ke kamar Rere, dan ku lihat Rere telah siap meninggalkan
kamarnya menuju kamar Mamanya
“Silahkan, Ka!” sapa Rere mempersilahkan aku untuk tidur di kamarnya
“Makasih, ya Win!” sapaku saat ia ke
luar dari kamarnya Rere hanya melempar senyum saat berlalu dari
hadapanku Ku lihat dengan selimut di tangannya, ia membuka kamar
Mamanya, kemudian masuk dan menutup pintu kamar Mamanya tersebut Dengan
tertutupnya pintu kamar tante Lela, maka pupuslah harapan untuk bisa
kembali bercinta dengan tante Lela
Malam terus berlalu, tetapi aku tetap
tidak bisa tertidur karena gagalnya mencuri kesempatan indah untuk
bercinta jam 1 malam, hujan telah berhenti, tiba-tiba HPku bergetar, dan
ku lihat ada SMS masuk ku buka dan ku baca, ternyata tante Lela yg
mengirimnya
“Rey! kmu psti blm tdur kn?” itulah
bunyi SMSnya dengan masuknya SMS itu, aku merasa ada secercah harapan
baru untuk kembali bisa melepas hasrat yang tertunda langsung ku balas
SMS tante Lela:
“blm, tnte? gimana nih? sy udah gak
tahan mo nancepin lgi ” jawabku via SMS tak seberapa lama, masuk lagi
balasan dari tante Lela “iya, tnte jg nch” begitu jawab tante Lela
singkat Dengan gesit ku mainkan jariku merangkai SMS balasan, dengan
maksud menyusun strategi untuk bisa memadu hasrat tanpa diketahui Rere,
anak perempuannya “Rere dah bobo ya tante?” bgitu isi SMSku “Iya!” jawab
tante Lela dengan singkat
“Tnte, kontolku dah bngun nch, tnte! udh
ga thn mo ngntot memek tnte!” bgitu rayuanku dalam SMS berusaha
mengajak tante Lela untuk kembali melakukan hubungan seks denganku “Rey!
kmu tljg dlu, ya! nnti tnte ksana” bgitulah balasan tante dengan girang
ku balas SMS tante Lela dengan dua kata
“OK!” Dengan semangat menggebu, ku
lepaskan sluruh pakaianku dan ku baringkan tubuhku di atas tempat tidur
di kamar Rere, putri semata wayangnya Dengan rasa tidak sabar, kembali
ku berniat untuk mengirim SMS ke tante Lela, tetapi tiba-tiba ku dengar
pintu kamar di buka dengan hati-hati, dan ku dengan suara pintu itu
kembali di tutup dengan hati-hati
Dalam senyapnya malam yang di hiasi
suara titik-titik air sisa hujan lebat, tak ku dengar adanya langkah
yang datang menuju kamar dimana aku terbaring menunggu saat-saat indah
menikmati vagina tante Lela yang lembek dan basah
Tiba-tiba gagang pintu kamar mulai
bergerak dan pintupun mulai terbuka perlahan Tetapi aku sangat terkejut,
karena yang datang bukan tante Lela, melainkan Rere, putrinya yang baru
kelas 3 SMA Rere meletakkan jari telunjuknya di bibir sebagai isyarat
agar aku tidak bicara Aku yang sudah terlanjur telanjang, tidak mampu
berbuat apa-apa kecuali menutupi batang penisku yang sudah keras dengan
guling yang ada di sampingku
Setelah kembali menutup pintu kamar
dengan hati-hati, Rere melangkah ke arahku, dan duduk di sampingku lalu
menarik guling yang menutup kemaluanku Ia kemudian menggenggam batang
penisku dengan kencang, sehingga hampir membuatku berteriak Rere
mendekatkan wajahnya ke hadapanku dan dengan nada berbisik, Rere
berkata:
“Jadi selama ini, Kaka dibayar bukan
hanya untuk ngasih private aku ya?”“Maaf, Win! Kaka… bukan begitu! kamu
tidak mengerti…” “Kaka nggak usah bohong! Rere sudah baca semua SMS Kaka
di HP Mama…”
“Apa? jadi yang… ”
“Iya! yang balas SMS Kaka itu Rere, Ka!”
“Maafkan Kaka, Win! Kaka nggak ada maksud begitu…”
“Udah deh! Kaka nggak usah bohong… Kenapa Kaka melakukan ini dengan Mamaku!?”
“Win! bukan kemauan Kaka, Win! Kaka juga nggak tahu kenapa ini sampai terjadi…!!” “Kak! Mulai hri ini, Rere nggak mau private lagi sama Kaka… Rere kecewa sama Kaka!”
“Iya! yang balas SMS Kaka itu Rere, Ka!”
“Maafkan Kaka, Win! Kaka nggak ada maksud begitu…”
“Udah deh! Kaka nggak usah bohong… Kenapa Kaka melakukan ini dengan Mamaku!?”
“Win! bukan kemauan Kaka, Win! Kaka juga nggak tahu kenapa ini sampai terjadi…!!” “Kak! Mulai hri ini, Rere nggak mau private lagi sama Kaka… Rere kecewa sama Kaka!”
Mendengar kekecewaan Rere itu, ku peluk
tubuh Rere dan ku ciumi bibirnya, tetapi Rere tidak bereaksi melawan,
apalagi berteriak Ku jatuhkan tubuhnya ke tempat tidur sambil terus ku
ciumi bibirnya Ku tahan gerakan kedua tangannya dengan kedua tanganku,
dan ku tindih tubuhnya agar dia tidak lagi mampu bergerak
Merasakan Rere yang tidak bereaksi
melawan terhadap aksiku, dan cenderung pasrah, aku menghentikan ciumanku
dan ku tatap wajah Rere Tetapi yang terlihat dari wajahnya bukan
kekecewaan Rere justru melemparkan senyumannya kepadaku “Ada apa ini?”
pikirku dalam hati…
“Perawani Rere, Ka! tapi jangan hamili
Rere!” itulah kalimat yang terucap dibalik senyumnya Aku pun senang
mendengar kalimat itu Tanpa pikir panjang, ku lepaskan seluruh pakaian
yang menutup tubuhnya, mulai dari babydol yang dikenakannya, hingga BH
dan CDnya
Tampak dihadapanku sesosok tubuh kecil
yang lumayan langsung dengan buah dada kecil yang montok Selangkangan
Rere yang cembung dengan rambut ikal tipis yang tumbuh dipermukaannya,
merupakan sebuah pemadangan baru yang sangat indah bagiku
Aku tidak mau melewatkan kesempatan
untuk merasakan bagaimana nikmatnya vagina seorang perawan berusia 15
tahun Tanpa menunggu lebih lama, langsung ku angkat kedua kakinya,
sehingga selangkangannya terbuka lebar Terlihat jelas belahan vagina
Rere yang hanya seperti lipatan kulit berbentuk garis lurus Tidak
terlihat disana ada lobang untuk masuknya penisku yang sudah siap tempur
Tanpa pikir panjang, langsung ku arahkan
kepala penisku ke belahan yang masih sangat rapat itu Dengan kedua
tangannya, Rere memegang kakinya yang terbuka lebar ke atas Dengan
bantuannya itu, aku bisa menggunakan jariku untuk membuka belahan vagina
Rere
Bisa ku lihat di dalamnya daging yang
agak basah berwarna merah muda, dan langsung ku tancapkan kepala penisku
di sela belahan yang terbuka itu Dengan sedikit memaksa, kepala penisku
berhasil menerobos lobang vaginanya yang terasa sangat sempit
Aku terus menekan agar penisku bisa
masuk sempurna ke dalam vagina Rere, namun usaha itu harus ku lakukan
dengan perlahan Aku harus tarik ulur agar cairan vaginanya membasahi
seluruh batang penisku Tanpa cara itu, Penisku tidak bisa dipaksa masuk
Sedikit demi sedikit, batang penisku
semakin dalam masuk ke lobang vagina Rere yang sangat sempit, sampai
akhirnya setengah batang penisku telah berhasil masuk Dalam posisi penis
yang setengah menancap di selangkangannya, ku jatuhkan tubuhku di
dadanya
Ku raih bibirnya dan mencoba
menciuminya, ku remas payudara montok yang masih ranum itu, sesekali ku
jilati pipi, kuping, leher dan terkadang turun ke payudaranya Rere
terpejam dan sesekali berdesis, sepertinya ia menikmati sentuhan yang
lidahku di leher dan payudaranya
Bahkan mungkin ia melupakan bahwa
penisku baru setengah masuk ke lobang vaginanya Melihat keadaan itu, ku
tumpukan tubuhku di atas siku yang berada di kedua sisi tubuhnya dan ku
pegang erat bahunya Dengan terus menjilati payudaranya dan sesekali
mengecup puting susunya, kembali ku genjot lobang vaginanya yang sangat
rapat dan kesat Terus ku coba dan ku coba, meski kedua bahunya telah ku
pegang erat, tetapi tetap saja genjotan yang ku lakukan untuk menerobos
lobang vaginanya hanya bisa masuk dengan perlahan
Akhirnya ku putuskan untuk fokus pada
usaha untuk memasukkan penis ke lobang vaginanya Aku turun dari tempat
tidur, dan menarik tubuh Rere ke sisi tempat tidur itu Dengan posisi
berdiri di sisi tempat tidur, kembali ku arahkan penisku yang sedikit ku
basahi dengan air liurku ke lobang vaginanya
Penisku kembali hanya bisa masuk
setengah ke dalam lobang vagina Rere, namun dengan posisi berdiri, aku
bisa menahan kedua pahanya agar tubuhnya tidak bergerak mengikuti tiap
genjotanku Usahaku akhirnya tidak sia-sia, karena dengan posisi itu, aku
bisa lebih cepat menerobos lobang vagina Rere dengan sempurna
Dalam posisi tenggelam sempurna, aku
mjatuhkan tubuhku ke dada Rere dan berguling agar posisi Rere di atas Ku
peluk tubuh Rere dan ku coba menarik keluar penisku dari lobang sempit
yang basah itu, lalu mendorongnya masuk kembali
Beberapa kali ku lakukan itu, aku
kembali berguling, sehingga posisiku mebali di atas Saat itulah
permainan sesungguhnya di mulai Vagina Rere sepertinya telah mampu
beradaptasi dengan benda tumpul yang menerobos lobang vaginanya
Rapatnya lobang vagina Rere memberikan
kenikmatan yang luar biasa yang tidak pernah ku rasakan saat bercinta
dengan tante Lela dinding vagina Rere seakan mencengkram erat batang
penisku, persis seperti saat pertama Rere mencengkar penisku dengan
tangannya
Kenikmatan itu pulalah yang mungkin
membuatku tidak bertahan lebih lama untuk menahan muncratnya sperma
Karena pertimbangan tidak untuk menghamili, tetapi hanya memerawai, maka
penisku ku cabut dan spermaku pun hanya membuahi bulu-bulu lembut yang
tumbuh di atas permukaan vagina Rere.
Posted By : www.tugupoker.net


Comments
Post a Comment